Lapar oleh puja
Silau bermahkota cahaya
Dari tangan dingin
Bersua tatapan rakus
Membisikkan bujuk semanis madu
Di telinga retak oleh kecewa
Pada makhluk tercekal dahaga
Bercerita romansa tawaran surga dunia
Pisau emas itu tak berteriak
Bersilat meromatisasi sunyi
Mengiris tanpa darah tampak,
Mematikan sisa-sisa nurani
![[PUISI] Pisau Emas](https://image.idntimes.com/post/20260304/1000455274_ddddbd00-3ced-49e0-93b8-19a1ec16f6d3.jpg)