Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Di Luar Diam, di Dalam Bergejolak

[Puisi] Di Luar Diam, di Dalam Bergejolak
Seorang perempuan menatap ke luar jendela di tengah suasana sendu dan hening. (Pexels.com/Khoa Võ)
Share Article

Cukup-
Satu kata yang terucap untuk diriku,
kenapa kamu terus terpikirkan.
Bukan aksara tetapi ada.

Aksara ini jauh dari kata biasa,
metafora sederhana di bentala.
Sunya ini seperti kalbu dikara,
diluar diam, namun iswara bergejolak di dalam.

Aku bukan pujangga yang hebat,
hanya memberi naya lembayung.
Untuk diriku, si kara seni,
gulanamu tak kan sia-sia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Langit Sengaja Mendung

09 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Kupu-kupu Tua

[PUISI] Kupu-kupu Tua

09 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sayap Itu Rapuh

[PUISI] Sayap Itu Rapuh

09 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Belajar Terbang

[PUISI] Belajar Terbang

08 Jun 2026, 22:07 WIBFiction
[PUISI] Coba Lagi

[PUISI] Coba Lagi

08 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Tentang Tenang

[PUISI] Tentang Tenang

08 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Menyelamatkan Akar

[PUISI] Menyelamatkan Akar

07 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lumrah yang Susah

[PUISI] Lumrah yang Susah

06 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kompas yang Patah

[PUISI] Kompas yang Patah

05 Jun 2026, 09:07 WIBFiction