Di pojok kamar, termenung suatu benda
Radio tua itu masih setia
Kilat perak di tombolnya masih menyala
Membawa kenangan yang masih segar
Dulu suaranya mengisi sepi
Menyelinap di antara bunyi hujan dan kopi
Lagu-lagu lama, nyaris terlupa
Berputar pelan, membawa rasa entah apa
Radio tua, saksi segalanya
Tangis yang kupeluk, dan tawa yang pura-pura
Kau tahu, kadang aku bicara padamu
Karena kau tak pernah menghakimi
Bateraimu lemah, suara nyaris tiada
Gelombang lama mulai tak terekam jelas
Mungkin suatu pagi nanti akan pulih kembali
Kau akan hidup dan menyapa hati ini
