Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Daun Terakhir

[PUISI] Daun Terakhir
ilustrasi daun terakhir yang jatuh ke tanah (pexels.com/Johannes Plenio)

Aku daun terakhir di ujung ranting
Menguning letih, tapi enggan pergi
Angin memanggil, cabang bergetar
Namun, hatiku masih ingin berdiri

Bayang masa lalu menahan jemari
Kenangan berbisik di sela nadi
Namun, waktu tak pernah menunggu
Hanya aku yang terpaku sendiri

Kutanya angin, haruskah aku jatuh?
Ia tertawa, tak memberi jawab
Apakah tanah rumah yang ramah
Atau sekadar lorong gelap?

Mungkin luruh bukan kehilangan
Hanya jeda sebelum tumbuh lagi
Sebab yang pergi tak benar-benar hilang
Ia kembali dengan wujud yang lain

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Jika Waktu Bisa Diulang

03 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction