Bertarung menyeduh asa sengit
Tampak pedih luka teramat membelit
Memungkiri realitas teramat sulit
Tak mampu mengungkap kalimat berbait-bait
Merancang ramuan takdir pahit
Di bawah semesta bermuram durja
Teramat nyata luka kecewa
Sudah lupa berhura-hura
Bukankah sekarang bermetamorfosis?
Sudah tak lagi berjumpa takdir manis
Tinggal menunggu waktu akan habis
Bersama semburat senyum yang terkikis
![[PUISI] Ramuan Takdir Pahit](https://image.idntimes.com/post/20240621/1000176960-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-77b7f939ea079d8f0a6b7bdbd577794d.jpg)