Di rahim rimba yang dulu hijau berdoa
Pohon-pohon berdiri gagah
Merayu angin dengan daun-daun doa
Kini, doa itu patah digergaji tawa besi
Tanah menangis dalam bahasa retak
Urat-uratnya terkelupas, telanjang
Akar kehilangan alamat pulang
Burung-burung mengemas langgamnya,
Meninggalkan langit yang disulap luka
Tangan serakah menjahit sunyi dengan api
Menyulut malam agar terang oleh abu
Hijau ditukar hitungan laba
![[PUISI] Rumah tak Bersisa](https://image.idntimes.com/post/20211012/pexels-vanessa-garcia-6324228-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-625fd2ac24eef33a728bfb6211fda45e.jpg)