[PUISI] Belenggu Rindu

Pada sebuah malam kulukis rindu di angkasa
Bintang-bintang berkerumun—penasaran
Coretan abstrak terbentuk di sisi Bulan
Membentuk gambar hati yang berlubang
Aroma parfum menyusup ke hidungku
Itu bau tubuhmu yang tersimpan di kepala
Senyum lesung pipi yang kusimpan dalam halusinasi
Terpantul pada bulan purnama
Malam seolah tak memberiku napas
Sedikit saja untuk tak mengingatmu
Semua yang ada berbau tubuhmu
Mengingatkanku pada segalanya tentangmu
Dan rindu yang kulukis di malam sunyi
Semakin terlihat jelas dan berwarna
Ilusi semakin membawaku jauh pada lamunan
Rindu yang menggebu-gebu
Juga yang terus menapaskan namamu
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















