Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Rumah Tanpa Ayah
ilustrasi kehadiran ayah dalam keluarga (Pexels/August de Richelieu)

Bila rumah adalah tempat bernaung
Kenapa aku sendiri termenung?


Bila rumah adalah tameng bajaku
Kenapa aku yang menghalau panah serdadu


Bila rumah adalah keluargaku
Mengapa malah berkurang satu?

Benarkah rumah adalah surga?
Kalau begitu..
Mengapa ayah tak kunjung tiba?

Meski kaki mampu bertopang tanpanya,
Apa jadinya rumah tanpa dia
Apa bagusnya lentera tanpa cahaya
Apa indahnya dunia tanpa ksatria

Rumah tak berpenghuni hanyalah mati
Rumah tanpa raga hanyalah fana
Dan rumah tanpa ayah tersisa hampa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team