Hentakan dari tamengku
Tulus berdengung di liang rungu
Akal yang sudah lenyap
Hangus, membarakan api perdebatan
Dahulu kita satu tuju
Bukan sekedar bilangan yang dituju
Tapi kini kita beda laju
Daku matahari terbit
Dan kau purnama yang melangit
Pernah menjadi bumi di masa lalu
Sebelum mendingin menjadi abu
Kala kita menyayangi
Bagai lembutnya angin kepada pagi
Kala kita bertempur
Bagai semi dan gugur yang tercampur
Ku beri puisi ini
Kepadamu yang pernah ku miliki
Kepadamu yang pernah ada di nadiku
Kasih yang rumit ini
Cinta yang mematikan ini
Izinkan daku pamit
Demi sebuah ketenangan
