Angin diam, enggan mengajak debu terbang
Permukaan telaga meringis
Kerikil dan butiran pasir mengisak tangis
Tenggelam jauh di dasar telaga
Kudengar riuhnya tetap bersukacita
Terselip dalam akar-akar cemara
Doa-doa telah berpaling muka
Terbuai desir angin di pinggir telaga,
perlahan perahu lurus melaju
Membawa bait-bait syair gulana,
bawa serta: kamu
![[PUISI] Sajak Gulana](https://image.idntimes.com/post/20240906/pexels-keenan-constance-545154-2865901-82b3cc9aa26ebbc92457f32e5806293e-3bda789bf0bad18c0f790f585491ca2f.jpg)