Suara cengkerama dan derap sepatu
Mengiringi langkah-langkah manusia
Matahari terik menyala
Namun tak menyurutkan apa-apa melainkan keramaian senantiasa
Bocah berlari-larian dengan terompah
Saling menjerit terkena ciprat kubangan bekas hujan semalam
Di antara tungkai pun masih disesaki motor yang membawa karung-karung bawang
Serta asap rokok yang sengaja direbak pongah
Anak penjual ikan mengigau di sudut lapaknya yang sempit
Kena damprat ibunya yang sibuk membersihkan patin
Bapak tua menggantang-gantang berasnya sambil bersiul
"Betapa nestapanya nasib yang selalu memihak."
Di jalanan sesak ini ada pelbagai manusia
Aku sendiri yang tak tampak bayang-bayangnya
![[PUISI] Sajak Jalanan](https://image.idntimes.com/post/20200629/alone-2666433-1920-8610b564f6fa5115c5290d02b9a0cc07.jpg)