Teringat kata lembutmu yang pernah singgah di hatiku dengan tenang.
Waktu perlahan mengikis segalanya, dan sore ini hanya temaram yang setia mengurai gelap.
Masih adakah rasa yang tertinggal di masa itu?
Sepertinya suaramu menepis pandanganku
Bergerak seperti rindu yang kian kronis
Anganku tenggelam di dalam kalbu yang kehilangan arah, sementara air mata menggantung di ujung dagu.
Masih adakah yang bisa diharapkan?
Aku ingin merangkul raga yang perlahan menghilang
Menanam bait-bait kata sebagai tempat bersandar
Namun, tetap saja sajak ini tak pernah selesai.
Mungkin inilah akhirnya
Tenggelam dalam jiwa yang telah lama mati
![[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai](https://image.idntimes.com/post/20260305/desain-tanpa-judul-27_525255a4-f6aa-43ef-81c2-4591b260e60a.png)