Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku
ilustrasi suasana ketika subuh (pexels.com/Mi Carmo)
Share Article

azan subuh telah dikumandangkan
menyapa embun-embun yang masih bergantungan
tetapi aku masih saja telentang
lalu meringkuk dengan lutut yang kupeluk

selimut pun kurapatkan
dan gigil segera menyusup
mencari celah "Allahu Akbar"
bunyinya terdengar makin jauh
dan tubuh makin membeku
membisu

dalam sekejap lelap menyergap
lantas, tiba-tiba tersentak
terlempar dari mimpi
mata terbuka dan subuh telah lalu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction