Adakah senja yang seindah cahaya di bola matamu?
Yang sinarnya hanya redup untuk menciptakan binar liar—mengalahkan gemintang.
Yang setiap kali kutatap, hanya ada siluetku di sana ...
Adakah?
Kau menjawab ...
"Jelas ada, dan itu—matamu"
Lantas,
Adakah kerinduan yang bersarang di dadamu
Setiap kali senja tak menampakkan dirinya?
Setiap kali peluk tak kaurengkuh seperti biasanya..
Dan setiap kali hampa tak menemukan rumahnya.
Dan kau menjawab,
"Jelas ada, rindu itu ... untukmu."
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sandikala
![[PUISI] Sandikala](https://image.idntimes.com/post/20220207/fromandroid-33ca46a126797b8df715d2919b3b5fc4.jpg)
ilustrasi sandikala (Dok. Pribadi/Dini Rukma Anjani)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorDini Rukma Anjani
Follow Us