Batu batanya adalah ketakutan akan penolakan
Kususun rapi demi sebuah rasa aman
Aku yang memilih untuk terus berpura-pura
Menukar jati diri, tenggelam bising suara luar
Tak ada gembok, hanya kemauanku untuk tunduk
Membiarkan kebebasan perlahan menjadi lapuk
Aku memilih terpenjara agar tetap diterima
Menukar kebebasan dengan tepuk tangan mereka
Inilah sandiwara, penjara yang kubangun sendiri
Sebab aku terlalu takut untuk berdiri sepi
Kini kutatap kunci yang selama ini kugenggam
Mencoba keluar sebelum jiwaku benar-benar padam
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sandiwara: Penjara Tanpa Jeruji

ilustrasi menatap ke atas dengan gelisah (pexels.com/Nino Sanger)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us