Layaknya seorang pujangga
Aku mendambamu penuh dengan rasa
Menyematkan beribu banyak cerita cinta
Mendamba akan balasnya
Layaknya seorang pujangga
Menyairkan lantunan-lantunan puisi
Berirama sajak penuh duri
Sebab kau terlalu lama sadar diri
Layanya seorang pujangga
Di antara rimbunnya hutan-hutan
Aku bercengkerama dengan Tuhan
Mengatasnamakan kerinduanku padamu yang teramat dalam
Mataku tak henti-hentinya menahan isak tangis
Bibirku terlampau sedih untuk meringis
Jawaban Tuhan sungguh sadis
"Dia tak pantas untukmu yang protagonis"
![[PUISI] Sang Pujangga](https://image.idntimes.com/post/20191205/photo-1516028530992-14d140e532e8-42766c2e455a5a7df58da44a958e97d1.jpeg)