Satu yang selalu terjaga, dengan terpejam
Semalam suntuk hanya tuk pikiran berlalu
Sunyi senyap melodi penuhi diamnya
Maka genggamlah tangan itu
Sebuah luka yang belum juga mengering
Atau terlalu pandai ia dalam memendam
Pada akhirnya perasaan yang sesaki hati,
Akan meletup, sisakan satu isakan pedih
Satu angan yang membersamai
Penyesalan yang toh memangnya perlu
Atau bagaimana akhirnya ia terpejam
Semoga lekas terbangun, harapku pada dirinya
