Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan yang sedang berjalan bersama
ilustrasi pasangan yang sedang berjalan bersama (pexels.com/Budgeron Bach)

Ku perjuangkan cinta
Ku pelajari semua
tentang seni-seni meraih cinta
tentang seni-seni memahami rasa
tentang seni-seni mengerti maumu apa
tentang seni-seni menjadi sosok impianmu sebelumnya

Ku rapi-rapikan
puing luka dalam diriku yang masih berantakan
berharap tak kau rasakan sakitnya jika terkena

Ku susun-susunkan
waktu-waktu untuk membuatmu lebih senang
berharap dukamu tak lagi menyerang

Ku hapus-hapuskan
tingkahku yang menurutmu mengganggu
berharap aku bisa menang dari masa lalumu

Kuusahakan, namun sampai kapan?
Kapan matamu terbuka untuk melihat semuanya?
Kapan hatimu mengerti untuk sekadar menghargai?
Kapan dirimu menerima untuk sekadar menganggapku ada?

Aku harap waktu itu lekas tiba
meski tak tahu kapan tepatnya
Ku tebar percaya
ku ramu asa
ku ingat-ingat lagi betapa indahnya dirimu di alam semesta
meski tak tahu kapan menjadi milikku selamanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team