Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sindiran Intelek

[PUISI] Sindiran Intelek
ilustrasi sosok otoriter (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Di menara kata yang dibangun dari buku-buku tebal
Kaum intelek meneguk kopi mengunyah teori
Lidahnya tajam bak pisau
Sedang tangan alergi pada luka di jalanan

Memuja logika seperti dewa berjas abu-abu,
Mengukur hidup dengan grafik
Nurani diparkir rapi
Diskusi berputar bagai kompas rusak

Utara kehilangan makna
Selatan wacana buram
Kebenaran dirias agar tampak objektif
Pun cermin lelah memantulkan dalih

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bara di Balik Senyum

23 Mar 2026, 07:38 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction