[PUISI] Sindiran Intelek

Di menara kata yang dibangun dari buku-buku tebal
Kaum intelek meneguk kopi mengunyah teori
Lidahnya tajam bak pisau
Sedang tangan alergi pada luka di jalanan
Memuja logika seperti dewa berjas abu-abu,
Mengukur hidup dengan grafik
Nurani diparkir rapi
Diskusi berputar bagai kompas rusak
Utara kehilangan makna
Selatan wacana buram
Kebenaran dirias agar tampak objektif
Pun cermin lelah memantulkan dalih
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















