Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
dua cangkir kopi hitam
Kopi americano (pexels.com/Elle Hughes)

Sepasang americano bertemu di suatu petang,
Membawa pahit masing-masing yang masih terkenang,
Bukan tak bisa bergerak dari kenyataan,
Namun masih ada rasa trauma yang masih terbayang,

Di sepasang cangkir kaca itu, americano diam,
Membawa obrolan dalam sunyinya tegukan pelan,
Americano jujur dalam setiap pahit yang dilewati,
Pahit yang kini membawa tawa yang lirih,

Masa melambat dalam setiap seruput dan tawa,
Kini sepasang americano sudah menemukan arah,
Hangat, pahit, sederhana, americano bercerita,
Tanpa gula, penuh rasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team