Sepasang americano bertemu di suatu petang,
Membawa pahit masing-masing yang masih terkenang,
Bukan tak bisa bergerak dari kenyataan,
Namun masih ada rasa trauma yang masih terbayang,
Di sepasang cangkir kaca itu, americano diam,
Membawa obrolan dalam sunyinya tegukan pelan,
Americano jujur dalam setiap pahit yang dilewati,
Pahit yang kini membawa tawa yang lirih,
Masa melambat dalam setiap seruput dan tawa,
Kini sepasang americano sudah menemukan arah,
Hangat, pahit, sederhana, americano bercerita,
Tanpa gula, penuh rasa.
