Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sepatuku Tergelincir di Tepi Kota Metropolitan
ilustrasi kota metropolitan (pexels.com/pexels.com/Maheshwaran Shanmugam)

Macet menghimpitku dari berbagai penjuru mata angin
Lambaian tanganku tak terlihat olehnya
Aku kalah tinggi dengan orang di depanku
Akibat tak mendengar nasihat ibu untuk meminum susu

Kedua mataku mencoba mengunci posisimu
Aku tak ingin kau lepas dari pandanganku
Semoga kau tidak pergi dari semula
Sebelum aku sampai ke sana

Sial, sepatuku tersangkut polisi tidur
Hampir terjatuh, pandanganku lebur
Oh tidak, aku tak dapat menemukanmu lagi
Kau mimpi? Apa semua ini mimpi? Sepertinya iya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team