Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Sepotong Rindu dan Juga Bibirmu
gambar perempuan (Unsplash.com/Shahin Khalaji)

aku ingin mencuri sepotong rindu
yang kau simpan di dadamu
sepotong saja; bila boleh lebih
aku juga ingin sepotong bibirmu
merah merekah—basah

betapa indah apabila sepotong
rindu dan bibirmu yang rekah
berhasil kucuri dan diam-diam kunikmati
dalam sunyi sambil memapar diksi-diksi
yang gemar bercinta dengan kata-kata

betapa pun kuingin mencuri
rupanya sepotong bibirmu
yang rekah telah kau berikan
sukarela pada gincu merah menyala
sedangkan sepotong rindu jadi abu

sebagaimana kau getarkan namanya
dalam dadamu aku pun disambar
seulas senyum getir:
malang nan menyedihkan

tak ada rindu yang bisa kucuri
sebab rindumu telah habis
kau pintal untuk sepotong bibir
yang berhasil kau curi
ketika aku buta dan dibutakan olehmu—kau pun buta olehnya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team