Katanya, keberuntungan menghampiri orang yang siap menerimanya.
Namun, mengapa aku tak pernah dihampiri?
Aku sudah mempersiapkannya.
Aku sudah mengusahakannya.
Tapi lagi-lagi yang kutemui justru ketidakberuntungan.
Ya, sialnya aku!
Selalu berhadapan dengan
“hampir saja...”
“sedikit lagi...”
“kurang satu nilai saja...”
Ironisnya, aku juga berhadapan dengan sistem yang dicurangi.
Hingga aku bertanya-tanya,
“Apakah aku kurang berusaha dan meminta?”
atau
“Apakah aku memang tidak beruntung?”
Jika saja aku bisa memilih....
Tapi katanya, “Berandai-andai itu dosa.”
Lalu, pada akhirnya aku menyimpan sejuta tanya.
Namun, bodohnya aku,
aku tetap berusaha untuk tujuan yang kuimpikan itu.
![[PUISI] Sialnya Aku, Tetap Berjuang](https://image.idntimes.com/post/20250915/clover_2bdebbbd-33db-417a-8cdf-b0f0773c130b.jpg)