Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kita Semua Punya Luka

ilustrasi kita semua punya luka
ilustrasi kita semua punya luka (pexels.com/Maksim Romashkin)

Kadang kala ayah tak bercerita
Ibu diam-diam merutuki diri
Kakak sakit tanpa bicara
Adik sendirian sepanjang hari

Kita senang menyumpah serapah
Tanpa bertanya lalu semua luka tak tahu arah
Rumah seperti gudang makian
Tak pulang kau disebut durhaka, pulang kau tersiksa batin

Tak perlu menanya cinta mana yang paling utuh
Kita semua manusia penuh salah
Kita semua punya luka
Sering kali ayah ibu tak pernah sembuh hingga menua

Tak perlu memikirkan maaf orang lain
Mungkin dirimulah yang paling butuh kata maaf itu
Jangan pernah menafkahi cinta berwadah banyak tapi yang di isi lukamu
Sembuhlah sebelum menumbuhkan kehidupan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hitung Mundur Tahun Baru

01 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi wanita bahagia

[PUISI] Utuh Setelah Retak

31 Des 2025, 07:15 WIBFiction
ilustrasi memegang uang

[PUISI] Semburat Nafsu

31 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi robekan kertas tercecer

[PUISI] Robekan Memori

28 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi bayangan seorang perempuan

[PUISI] Ruang Kenangan

28 Des 2025, 16:48 WIBFiction
siluet seekor burung dengan latar langit senja sore hari

[PUISI] Langit Bercerita

28 Des 2025, 07:48 WIBFiction