Ada lonceng yang berdentang di rongga dada,
bergerincing luruh menyisir nadi yang renyah.
Aku tersungkur dalam dilema yang kian membeku,
di bawah langit yang perlahan lumat ditelan abu.
Pada siapa sunyi ini harus kutumpahkan?
Saat diri tak lagi sanggup memanggul ketiadaan.
Aku hanya ingin menjinakkan naga di balik rusuk,
yang meraung meminta sesisip penawar bagi perut yang remuk.
![[PUISI] Simfoni Ruang Hampa](https://image.idntimes.com/post/20260502/samuel-oakes-igxwaw2n2rg-unsplash_bdc11e92-7686-4fe9-b849-5d0a5a42fca6.jpg)