Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Simfoni Ruang Hampa
Ilustrasi meja bundar berwarna putih. (unplash.com/Samuel Oakes)

​Ada lonceng yang berdentang di rongga dada,
bergerincing luruh menyisir nadi yang renyah.
Aku tersungkur dalam dilema yang kian membeku,
di bawah langit yang perlahan lumat ditelan abu.

​Pada siapa sunyi ini harus kutumpahkan?
Saat diri tak lagi sanggup memanggul ketiadaan.
Aku hanya ingin menjinakkan naga di balik rusuk,
yang meraung meminta sesisip penawar bagi perut yang remuk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team