Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Puan di Garis Depan

[PUISI] Puan di Garis Depan
ilustrasi puan (pexels.com/fatih dogrul)

Di balik sapuan lipstik yang tipis dan rapi,
ada rahasia tentang kantuk yang ia lipat sendiri.
Sebelum dunia terbangun dan menuntut banyak peran,
ia telah lebih dulu menjinakkan pagi di antara asap dapur dan harapan.

Ia melangkah dengan sepatu yang menopang ribuan beban,
menembus riuh jalanan, menjadi jembatan bagi masa depan.
Di kantor, di pasar, atau di balik meja-meja tinggi,
jemarinya menenun mimpi, memastikan tak ada yang terhenti.

Dunia mungkin hanya melihat ia sebagai angka dalam presensi,
namun ia adalah napas bagi rumah yang selalu menanti.
Meski bahunya sering kali memikul lelah yang tak bersuara,
ia tetap menjadi pelita, menjaga senyum agar tak kunjung sirna.

Sebab baginya, bekerja bukan sekadar tentang mencari posisi,
tapi tentang membuktikan bahwa ketulusan adalah kekuatan yang paling abadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Puan di Garis Depan

02 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction