Tak pernah ku gambarkan bunga mewangikan tubuhku
Laksana siang dan malam, kodrat adalah perintah
Bunga, kau sungguh indah nan wangi, sayangnya aku tak bisa menikmati
Benar tumbuhmu adalah benalu bagiku, layu tak terurus, mati merupakan pujian
Sungguh kau sumber kehidupan bagi rintihan cengkraman kepedihan dunia
Nasibmu sungguh pedih, Bunga!
Akankah kau rela menahan kehadiran yang tak diharapkan ini?
Benar saja, sekarang kamu tak bedanya seperti taman surga
Penyesalan akhirnya melanda
Menginginkan kembali ibarat mengikhlaskan kematian
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Siratan Bunga
![[PUISI] Siratan Bunga](https://image.idntimes.com/post/20210910/fromandroid-852eab74e09884cd9815068415889971.jpg)
ilustrasi bunga mawar layu (instagram.com/desie40)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us