Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mawarku

[PUISI] Mawarku
ilustrasi mawar (Pexels.com/Pixabay)

Sabit berjubah hitam mulai tertawa

Pandangan mata merasa lega

Hasrat hasut terpenuhi arahnya

Perasaan dibohongi secara sengaja

Tak dapat beranjak menjadi budak terpenjara

Terserap irama aroma neraka

 

Duri mawar lunak sudah

Kumbang tak lagi merasa susah

Menghisap madu

Kelopak melayu

Terbias nafsu tertipu kata rindu

 

Petani menangis di sudut kegelapan

Bola mata yang sudah terganti menyaksikan

Raga tanpa bentuk bergetar kesakitan

Bibit yang tertanam tak dapat menyelamatkan

 

Petani merugi

Pupuk tidak berarti

Air hanya mengaliri tanpa menghidupi

Tangan kaki hanya dibuat kaku oleh dimensi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arbi Riyansyah
EditorArbi Riyansyah
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Memoir dalam Tetes Hujan

26 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Paradoks

[PUISI] Paradoks

23 Apr 2026, 05:25 WIBFiction