Berbisik lidah bayang berduri
menganyam rindu serpihan sunyi,
Tertawa menyambut seorang ilusi
Bersenandung ekspresi kusut masai
Bukan sebuah romantisasi gema,
Jelmaan luka pandai bersandiwara
Menyamar doa tersesat mengudara
Harap tersungkur di ambang asa
Kadang menggigil seperti daun tua,
Dipeluk dingin tak bernama
Kadang menggelegar bak petir tak kenal cuaca
memecah langit batin tanpa aba-aba
![[PUISI] Suara Bertingkah](https://image.idntimes.com/post/20230921/pexels-pressmaster-3851254-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-0db62819cb17d462a89fa9d06a538fa9.jpg)