Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tak Tahu Kata Syukur

ilustrasi menutup muka (pexels.com/Karolina Grabowska)
Terpampang nyata mengecap rona bahagia
Masih terdengar jelas suara tawa
Bebas mengejar jutaan asa
Sedang hati merasa penuh derita
Apa yang kamu keluhkan?
Derita tak berkesudahan?
Atau ambisi buta yang tak sesuai harapan?
Melupakan anugerah yang dikaruniakan
Jika ada satu kalimat yang pantas
Mungkin disebut manusia tak tahu kata syukur
Mengejar ambisi tak terukur
Kau yang membuat dirimu tersungkur
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorIndiana Malia
Follow Us