Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tatapan Sayu

[PUISI] Tatapan Sayu
ilustrasi perempuan menatap sayu (pexels.com/Emre Keshavarz)

Sudah tak terhitung air mata terkuras
Mengalir dengan deras
Seolah tak mengenal batas
Membiarkan luka dan pedih terbilas

Sepasang tatapan sayu memelas
Sembab sangat kentara membekas
Menyisakan angan yang meranggas
Atau jiwa-jiwa tertindas

Terkadang berharap sakit akan terbalas
Dendam segera bergegas
Bersua menjadi manusia bebas
Diiringi tawa dan senyuman lepas

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bilik Nostalgia

[PUISI] Bilik Nostalgia

10 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction