Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi menulis
ilustrasi menulis (freepik.com/freepik)

Aku datang lagi padamu dengan cerita yang sama
Membawa rongsokan masa lalu yang belum juga sirna
Maaf jika aku hanya bisa mengulang luka yang itu-itu saja
Sebab hatiku masih terkunci di waktu yang sudah binasa

Aku lelah berpura-pura kuat di depan orang banyak
Padahal di dalam sini, jiwaku masih hancur berantak
Terima kasih tidak pernah bosan mendengar keluhku
Saat dunia memaksaku melupa, kau justru menjagaku

Biarlah jemariku bicara, menumpahkan sesak yang ada
Mengadu pada lembar putih yang tak pernah menghina
Terima kasih telah abadi mendekap semua rahasia
Menjadi rumah paling tenang bagi aku yang hilang daya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team