Aku datang lagi padamu dengan cerita yang sama
Membawa rongsokan masa lalu yang belum juga sirna
Maaf jika aku hanya bisa mengulang luka yang itu-itu saja
Sebab hatiku masih terkunci di waktu yang sudah binasa
Aku lelah berpura-pura kuat di depan orang banyak
Padahal di dalam sini, jiwaku masih hancur berantak
Terima kasih tidak pernah bosan mendengar keluhku
Saat dunia memaksaku melupa, kau justru menjagaku
Biarlah jemariku bicara, menumpahkan sesak yang ada
Mengadu pada lembar putih yang tak pernah menghina
Terima kasih telah abadi mendekap semua rahasia
Menjadi rumah paling tenang bagi aku yang hilang daya
