Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tentang Dia
pexels.com/@pixabay

Ia adalah sensitivitas yang tidak terbatas
Jiwa polos yang terdiri dari ayat-ayat yang belum ditulis
Lindungi dirinya dari kerak luka yang kau toreh
Yang rasa sakitnya kambuh saat fajar menjelma

Dia layang-layang di langit berangin biru
Meskipun rusak, ia terus berkeliaran
Menjadi budak keinginannya
Juga pemimpin terhormat masa depannya

Tanpa kesaksian Anda, dia menangis darah semalam
Renungkan dunia dan semua isinya
Di dalam hati kecilnya menyembunyikan alam semesta
Itu membentang di mulutnya untuk dicerna

Dia bukan apa yang kamu pikirkan terhadapnya
Bukan kata-kata orang yang kau percayai tentangnya
Dan tentu saja bukan sekadar penampilannya

Dia adalah aku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team

EditorYudha ‎