Benda persegi itu terlihat menyedihkan
Terisi lengang yang menyesakkan
Aku menghambur ditumpukan bajumu
Mencari-cari sisa wangimu
Aromanya menghunjam jantungku berkali-kali
Bagaimana bisa ia tetap berdetak di hari-hari setelah ini?
Pelupuk matamu, bisakah kutatap sekali lagi?
Erangan sakitmu masih lirih berderit di atas ranjang
Sedang ragamu sudah terimpit tanah liang
![[PUISI] Tentang Pelupuk Matamu yang Kurindukan](https://image.idntimes.com/post/20221216/ilustrasi-mata-b383504511d4cd14b25273d672b4d0cc-cf22747c9a8582f6dcfa50b99c1380be.jpg)