Pernah aku menanti siang
Tenang dengan ribuan riang
Karna dia janjikan 'tuk datang
Usir rindu yang kian kerontang
Kubiarkan siang berlalu tanpa lena
Terjaga di antara terik fana
Memaksa letih teriaki sisa daya
Tegakkan puing raga yang tersisa
Ya, aku masih terjaga
Sepanjang siang tanpa ronta
Berharap letih sudi sembunyi hingga senja
Menahan asa 'tuk mendekap pejam di pelupuk mata
Lalu malam pun menyapa
Dan netra tak mampu lagi menahan nestapa
Benamkan hasrat pada luka di balik rupa
Rasakan sunyi tanpa siapa-siapa
Kini aku mulai membenci siang itu
Yang pernah sangat kurindu
Bersama hangat hadirmu
Dalam asa dan angan semu
![[PUISI] Tentang Siang](https://image.idntimes.com/post/20250511/upload_ce55b7cd826ac706ac0bbc9744a854a2.png)