Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Tentang Siang
Default Image IDN

Pernah aku menanti siang
Tenang dengan ribuan riang
Karna dia janjikan 'tuk datang
Usir rindu yang kian kerontang

Kubiarkan siang berlalu tanpa lena
Terjaga di antara terik fana
Memaksa letih teriaki sisa daya
Tegakkan puing raga yang tersisa

Ya, aku masih terjaga
Sepanjang siang tanpa ronta
Berharap letih sudi sembunyi hingga senja
Menahan asa 'tuk mendekap pejam di pelupuk mata

Lalu malam pun menyapa
Dan netra tak mampu lagi menahan nestapa
Benamkan hasrat pada luka di balik rupa
Rasakan sunyi tanpa siapa-siapa

Kini aku mulai membenci siang itu
Yang pernah sangat kurindu
Bersama hangat hadirmu
Dalam asa dan angan semu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorT y a s