Nyatanya setiap netra bertakhta
Pada Sang Baginda yang memanja mata
Aku tak bisa apa-apa
Selain terengah-engah
Sebab jantung yang berdegup kencangnya
Aku telah mengadu
Kepada Sang Pemilik Rasa
Bahwa aku 'kan terbiasa
Namun kembali kuterhanyut
Terlena dalam rana
Yang lantas membuatku menjura
Kembali pada Sang Baginda
'Tuk lekas memutus perkara
Mengakhiri sebuah kisah
Antara sang raja dan sahaya
Dan mencegah suka
Dari melimpah ruah
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Titah Rasa
![[PUISI] Titah Rasa](https://image.idntimes.com/post/20200925/fromandroid-c0e66a22527f3537425e69188188bb91.jpg)
unsplash.com/Gaelle Marcel
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us