Di ladang hijau, tuan menabur benih cahaya
Tangan kasar membelai asa
Yang kelak lahir dari suara
Pilarmu, bukan piramida
Tuan tak benci perangaimu
Saat kau bangun istana kepalsuan
Kau curi napas, mimpi, dan masa depan
Tuan sembunyikan, di balik senyumnya
Tanpa dendam, peluk hangat diberikan
Jika tuan terus tak benci, kau jadi apa?
Cermin yang Retak atau Kunci Utopia?
Tuan angkat tanganmu lagi, menunggu
Tak pernah lelah memaafkan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Tuan Tak Benci, Abdi Palsu

ilustrasi padi (freepik.com/jcomp)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us