Di labirin kepala yang tak terjamah
Kenangan mengabur, menjadi ilusi
Di sana, wajahmu dulu bersemayam
Sekarang hanya bayangan yang berlari
Bukan aku tak ingin lagi mengenang
Tapi kabut ingatan kian pekat
Setiap kali kucari, ia menghilang
Seperti jejak yang tertelan oleh asap
Mungkin biarkan saja ia menghilang
Biar tidak ada lagi yang menyakitkan
Karena yang paling pedih bukanlah lupa
Tapi mengingat sesuatu yang tak lagi utuh
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Wajah yang Memudar

ilustrasi memori wajah yang memudar (pexels.com/Emma Kaczmarek)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us