Di suatu waktu, sesak itu terasa kentara
Bagai mengimpit suka juga asa
Tiap bisikan terdengar angkuh di telinga
Menyampaikan keraguan
Yang bagai tak berkesudahan
Detik demi detik berlalu usang
Membuat waktu terasa panjang
Melukai diri yang dihinggapi sunyi
Atau bayangan yang tak berhenti melukai
Sedang di luar sana cahaya mentari berkelindan
Menyiram lembut lelah juga resah
Pada akhirnya, yang buruk hanyalah pikiran
Dan tuannya selalu punya kuasa tuk membebaskan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Yang Buruk Hanyalah Pikiran
![[PUISI] Yang Buruk Hanyalah Pikiran](https://image.idntimes.com/post/20250612/pexels-jean-paul-wettstein-677916508-19153065.jpg)
ilustrasi siluet (pexels.com/Jean-Paul Wettstein)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us