Sekiranya tak lagi ada yang tersisa di Suwarnadwipa
Entahlah nasib kelak bakal dilepeh sehina apa
Nilai sebatas kerukan sumber daya
Pun hanya jadi perlintasan untuk sampai ke seberang sana
Bahkan tatkala kabar telah menyasar hingga Amerika
Binatang istana masih sibuk sana sini upacara
Yang diurus pun bancakan mereka-mereka saja
Tak jadi prioritas selama bukan ibu kota
Cukup berujar: turut berduka dan mari berdoa
Sisanya biar pasrahkan pada Tuhan semata
Yang terpenting menjaga citra
Masa bodoh ribuan meregang nyawa
Sekiranya habis ladang emas di tanah Sumatra
Sekiranya tamat lumbung-lumbung batu bara
Sekiranya telanjang bulat hutan belantara
Yang tanpa ampun diperkosa "empunya"
Maka tertanggal pula sepotong harga
Semenjak awal pun hanya dianggap angka
Bergegas berbalik arah mengais manakah lagi SDA
Guna membangun rumah paling panas di alam baka
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Yang Tersisa di Suwarnadwipa

ilustrasi tambang batu bara (pixabay.com/Martina Janochová)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us