Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Memilih Daging Sapi yang Empuk, Jangan Asal Beli!
ilustrasi daging sapi segar (pexels.com/Los Muertos Crew)

Memilih daging yang tepat jadi kunci utama untuk menghasilkan hidangan lezat dan menggugah selera. Bukan cuma soal harga, banyak orang mencari tahu cara memilih daging sapi yang empuk agar masakan seperti rendang, sate, atau steak terasa lebih nikmat dan tidak alot. Sebab, dengan memahami ciri-ciri daging sapi segar dan berkualitas, kamu bisa memastikan setiap olahan memiliki tekstur yang lembut dan cita rasa maksimal.

Sayangnya, masih banyak yang bingung membedakan daging sapi empuk dan yang kurang layak konsumsi, terutama saat berbelanja di pasar tradisional maupun supermarket. Padahal, ada beberapa tips memilih daging sapi segar yang bisa langsung kamu dicoba tanpa harus jadi ahli, kok. Nah berikut ini panduan dan tips memilih daging sapi empuk supaya hasil masakanmu gak cuma kaya bumbu, tapi juga jadi juara di rumah!

1. Amati dan pegang langsung dagingnya

ilustrasi daging sapi (pexels.com/Tom Tran)

Memahami ciri-ciri daging sapi yang empuk menjadi kunci yang tidak boleh dilewatkan sebelum membeli. Yang utama dan mudah dilihat adalah dari segi warna daging yang merah cerah dan tampak segar. Sedangkan jika warnanya pucat apalagi kehitaman, bisa dipastikan itu bukan daging yang segar.

Dari segi tekstur, daging sapi yang empuk akan kenyal saat ditekan oleh jari bisa kembali ke bentuk semula dengan cepat. Serat daging akan tampak halus alih-alih kasar. Sebab, jika daging saat dipegang atau ditekan mengalami sulit kembali ke bentuk semula, tandanya ototnya sudah kaku atau daging sudah tidak segar.

Jangan lupakan aroma saat memilih daging, ya. Daging yang segar punya aroma yang khas kok, bukan yang menyengat atau asam karena itu tanda daging sudah tidak layak. Lalu kamu bisa perhatikan juga bagian permukaannya, Daging yang empuk biasanya punya permukaan yang lembap alami. Hindari yang permukaannya kering karena menandakan cairannya sudah menguap, pasti jadi keras saat dimasak atau yang justru terasa lengket dan berlendir karena tanda pembusukan.

2. Pilih bagian daging terbaik sesuai masakan yang diinginkan

ilustrasi memasak daging sapi (unsplash.com/Inna Safa)

Banyak yang salah kaprah saat membeli daging di mana tidak memilih bagian yang paling sesuai dengan masakan yang ingin dihasilkan. Misalnya has dalam atau yang juga dikenal dengan tenderloin ini adalah bagian yang paling empuk karena hampir tidak memiliki serat otot aktif. Jadi cocok banget untuk steak atau masakan yang ingin ditumis cepat.

Ada juga has luar atau sirloin yang cukup empuk dengan sedikit lemak yang bikin rasanya lebih gurih. Sirloin ini bisa dibilang cocok di segala masakan baik jadi sate, BBQ, sampai steak. Bagian lain yang relatif empuk adalah ribeye yang punya banyak marbling atau lemak di sela-sela daging sehingga tetap juicy saat dimasak.

Sedangkan kalau kamu ingin masakan berkuah seperti sop atau memasak rendang untuk lebaran, sandung lamur bisa jadi pilihan terbaik. Ini karena meski sedikit berlemak, teksturnya akan sangat lembut setelah dimasak lama. Ada juga sengkel atau shank yang akan tetap lembut meski dimasak lama dengan bumbu yang melimpah.

3. Perhatikan marbling yang ada di permukaan daging

ilustrasi daging sapi segar (pexels.com/Los Muertos Crew)

Salah satu cara memilih daging sapi yang empuk tapi sering diabaikan adalah memperhatikan marbling. Lalu, apa itu marbling? Marbling sendiri adalah lemak halus yang tersebar di antara serat daging, biasanya tampak seperti garis-garis putih tipis pada permukaan daging dan keberadaan marbling membantu menjaga kelembapan daging saat dimasak sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan tak gampang kering.

Selain berpengaruh pada tekstur, marbling bisa meningkatkan cita rasa daging secara signifikan. Lemak yang meleleh saat proses memasak akan memberikan sensasi gurih dan juicy yang membuat hidangan terasa lebih nikmat.

Carilah daging yang marbling-nya tersebar merata di seluruh bagian daging, bukan yang menggumpal di salah satu sisi saja. Selain itu, pilih yang tidak berlebihan tapi juga tidak terlalu sedikit. Jika terlalu sedikit, daging berpotensi lebih kering dan agak alot. Sebaliknya, jika terlalu banyak dan tebal, daging bisa terasa terlalu berlemak dan kurang seimbang dari segi tekstur maupun rasa.

4. Pilih daging dari sapi usia muda

ilustrasi daging sapi (unsplash.com/usmanyousaf)

Siapa yang sangka bahwa perbedaan daging sapi muda dan sapi tua memengaruhi teksturnya? Umumnya, daging yang didapat dari sapi yang masih muda akan lebih empuk daripada yang sudah berumur. Hal ini karena jaringan otot dan serat dagingnya masih belum terlalu kuat, serta kandungan kolagennya lebih sedikit dan lebih mudah terurai saat dimasak meski tanpa teknik yang rumit.

Sedangkan sapi yang tua cenderung memiliki serat yang lebih kasar dan jaringan ikat yang lebih banyak. Kondisi ini membuat daging terasa lebih alot dan memerlukan waktu yang sedikit lebih lama saat dimasak.

Warna antara kedua kategori usia ini juga berbeda dan bisa dijadikan tips memilih daging. Daging sapi usia muda akan punya warna merah muda yang terang dan yang tua warnanya akan lebih gelap.

5. Tentukan tempat beli daging yang terbaik

ilustrasi daging sapi (pexels.com/Mark Stebnicki)

Gak banyak yang tahu bahwa pemilihan tempat beli juga memengaruhi tekstur daging sapi, lho. Misalnya di supermarket atau di toko daging khusus yang memiliki keunggulan di sistem pendingin yang stabil. Mereka paham bahwa menjaga suhu akan cukup krusial supaya cairan alami di dalam serat daging gak menguap.

Namun, bukan berarti beli daging di pasar tradisional menjadi kurang baik. Apalagi kalau kamu tahu pedagang mana yang perputaran penjualannya cepat sehingga menghasilkan daging yang selalu segar tiap harinya. Dan yang paling penting di mana pun tempatnya, pastikan kebersihan dan punya teknik potong yang benar karena juga memberikan pengaruh besar pada rasa masakanmu nanti.

Pada akhirnya, mengetahui cara memilih daging sapi yang empuk akan membantu masakanmu lebih berkualitas dan lezat. Dengan lebih teliti memperhatikan setiap detail, mulai dari tekstur hingga tempat belinya, kamu bisa mendapatkan daging yang lembut dan nikmat saat diolah. Jadi, yuk jangan ragu lebih cermat saat berbelanja supaya setiap hidanganmu di rumah selalu terasa istimewa!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team