Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi durian
ilustrasi durian (pixabay.com/najibzamri)

Dunia kuliner penuh dengan kejutan, termasuk hidangan yang dikenal karena aromanya yang menyengat. Banyak orang mungkin menghindar ketika pertama kali mencium bau dari makanan tertentu. Tetapi bagi masyarakat di tempat asalnya, aroma tersebut justru menandakan cita rasa yang kaya dan tradisi panjang yang dijaga turun-temurun. Fenomena makanan berbau kuat ini menunjukkan betapa beragamnya preferensi rasa di berbagai budaya.

Makanan berbau busuk atau punya aroma menyengat tidak selalu berarti tidak layak konsumsi. Banyak di antaranya melewati proses fermentasi yang justru memberikan manfaat kesehatan serta keunikan rasa. Fermentasi menghasilkan aroma tajam, asam, atau bahkan menyerupai bau amonia, tetapi proses ini sekaligus menggali kedalaman rasa yang tidak bisa ditemukan pada makanan segar. Berikut lima makanan berbau busuk yang terkenal dari berbagai negara.

1. Surströmming – Swedia

ilustrasi ikan sarden dalam kaleng (pexels.com/KarenLaårkBoshoff)

Surströmming merupakan ikan haring Baltik yang difermentasi berbulan-bulan hingga mengeluarkan bau menyengat yang sering digambarkan seperti campuran belerang, keju basi, dan sesuatu yang membusuk. Proses fermentasi dilakukan dalam kaleng tertutup. Dan ketika kaleng dibuka, gas yang terperangkap di dalamnya langsung menyebarkan aroma kuat ke udara. Tidak heran banyak orang menyarankan membuka surströmming di luar ruangan agar baunya tidak memenuhi rumah.

Walaupun baunya ekstrem, masyarakat Swedia menganggap surströmming sebagai bagian penting dari tradisi kuliner mereka. Hidangan ini biasanya disantap bersama roti tipis, kentang rebus, dan irisan bawang. Kombinasi rasanya memberikan sensasi gurih dan asam yang unik sehingga menjadi favorit bagi sebagian kalangan, terutama para pencinta makanan fermentasi.

2. Mukimchi - Korea Selatan

ilustrasi kimchi (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Kimchi umumnya memiliki aroma fermentasi yang cukup kuat. Tetapi kimchi yang disimpan bertahun-tahun atau disebut “mukimchi” memiliki bau jauh lebih tajam. Fermentasi jangka panjang menyebabkan kol dalam kimchi mengeluarkan aroma asam yang sangat menusuk. Bau tersebut sering kali dianggap kurang sedap bagi orang yang tidak terbiasa, terutama saat tutup wadah kimchi dibuka setelah lama disimpan.

Di sisi lain, mukimchi memiliki nilai kuliner tinggi bagi banyak keluarga Korea. Rasa fermentasi yang dalam membuatnya cocok digunakan sebagai bahan sup atau tumisan karena bisa memberikan kedalaman rasa umami. Kimchi tua ini juga memiliki kandungan probiotik tinggi yang bermanfaat bagi pencernaan, sehingga baunya yang menyengat dianggap sebagai bagian alami dari kekayaan rasa.

3. Stinky tofu – Taiwan dan Cina

ilustrasi stinky tofu (pexels.com/Denys Gromov)

Stinky tofu merupakan tahu fermentasi yang terkenal dengan bau menyengat yang sering digambarkan seperti limbah atau got. Tahu ini direndam dalam larutan fermentasi berisi sayuran, susu kedelai, dan rempah selama berminggu-minggu hingga baunya menjadi sangat pekat. Ketika digoreng atau dikukus, aroma tersebut semakin menyeruak dan dapat tercium dari kejauhan.

Walaupun aromanya ekstrem, stinky tofu menjadi camilan jalanan favorit di Taiwan dan beberapa wilayah Cina. Rasa lembut di bagian dalam dan tekstur renyah di luar menciptakan perpaduan unik yang membuat banyak orang ketagihan. Bagi masyarakat setempat, aroma tajam tersebut justru menjadi tanda bahwa fermentasi dilakukan dengan sempurna.

4. Hákarl – Islandia

hákarl (wikipedia.org/Xfigpower)

Hákarl adalah daging hiu Greenland yang difermentasi dan dikeringkan selama beberapa bulan hingga mengeluarkan aroma amonia yang sangat kuat. Proses fermentasi dilakukan untuk menghilangkan racun alami dalam tubuh hiu, sehingga dagingnya aman dikonsumsi. Namun, proses panjang tersebut menciptakan bau khas yang sering membuat banyak orang mundur sebelum mencoba.

Meski aromanya sulit ditoleransi, hákarl memiliki tempat penting dalam budaya Islandia. Hidangan ini disajikan pada festival tradisional Þorrablót dan dianggap sebagai simbol keberanian seseorang dalam mencoba kuliner lokal. Tekstur kenyal dan rasa tajamnya memberikan pengalaman makan yang berbeda dibandingkan makanan fermentasi lainnya di dunia.

5. Tempoyak- Indonesia

tempoyak (wikipedia.org/bingregory)

Tempoyak, hidangan fermentasi durian dari Sumatra ini juga terkenal dengan bau tajam yang menusuk. Durian yang difementasi menghasilkan aroma yang lebih intens dibanding buah segarnya. Tempoyak digunakan sebagai bumbu masakan seperti gulai, sambal, atau pepes.

Walaupun aromanya kuat, rasa gurih dan asam yang berpadu menjadikannya favorit bagi pencinta durian dan penggemar masakan fermentasi. Tempoyak sendiri merupakan cara untuk memanfaatkan durian yang melimpah, dengan cara dilakukan fermentasi dan memberikan aroma dan sensasi rasa yang berbeda.

Makanan berbau busuk sering kali dianggap aneh atau menakutkan bagi orang yang tidak terbiasa. Namun, di balik aromanya yang menyengat, tersimpan sejarah kuliner, teknik pengawetan, dan budaya yang sangat kaya. Apakah kamu pernah mencoba salah satu dari makanan di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team