Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi memasak spaghetti
ilustrasi memasak spaghetti (pixabay.com/ayindeabdulmajeed44)

Meski telah membersihkannya secara rutin, dapur tetap berisiko menjadi sarang bakteri. Kombinasi antara suhu yang lembap dan sisa makanan tanpa disadari dapat menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, lho.

Karena itu, membersihkan dapur tanpa mengganti peralatannya secara rutin akan terasa sia-sia. Bakteri biasanya akan bersarang di spons cuci piring hingga lap. Berikut ini sederet peralatan dapur yang wajib diganti setiap tahun. Jangan sepelekan!

1. Talenan

ilustrasi memotong paprika (pixabay.com/JESHOOTS-com)

Meski selalu dibersihkan, bukan berarti talenan kayu atau plastik milikmu masih layak untuk digunakan selama bertahun-tahun. Permukaan yang tergores atau berpori karena pisau dapat menjebak sisa-sisa makanan hingga cairan sehingga akan cenderung lembap dan menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak, nih.

Tak hanya itu, talenan juga dapat menjadi sarang bakteri apabila tidak dibersihkan dengan benar setelah digunakan untuk memotong daging mentah. Bahkan kemungkinan besar akan terjadi kontaminasi silang yang memindahkan bakteri-bakteri ini ke makanan matang dan menyebabkan keracunan atau sakit perut, lho.

2. Pisau

ilustrasi memotong bawang bombai (pixabay.com/stevepb)

Pisau juga dapat menjadi sarang bakteri apabila tidak dirawat dengan baik. Masalah ini tentunya jarang disadari oleh banyak orang. Padahal permukaan pisau, terutama yang memiliki banyak goresan ataupun baret karena pemakaian secara terus-menerus bisa menjebak sisa makanan yang sulit dibersihkan, lho.

Sisa makanan yang menempel dalam goresan atau pori-pori pisau tersebut menjadi sumber makanan bagi bakteri. Karena itu, pastikan pisau benar-benar kering setelah dicuci atau sebaiknya diganti setiap tahun untuk mencegah kontaminasi silang yang bisa membahayakan kesehatan tubuh.

3. Spons cuci piring

ilustrasi cairan untuk mencuci alat masak (pexels.com/Kampus Production)

Kira-kira berapa kali kamu cuci piring setiap hari? Apabila lebih dari satu kali, kemungkinan besar spons yang ada di dapurmu tidak pernah benar-benar kering dan selalu basah, sehingga menciptakan kondisi lembap yang ideal untuk berkembang biaknya bakteri.

Tak hanya itu, sisa makanan, minyak, dan cairan yang menempel pada spons menjadi sumber makanan bagi bakteri, lho. Bakteri tersebut bisa menyebar ke tangan, alat-alat masak lain, hingga makanan matang yang akan menyebabkan infeksi dan penyakit.

4. Lap kain

ilustrasi membersihkan laci dengan lap (pexels.com/Karola G)

Berdasarkan kebiasaan orang-orang di Indonesia, lap akan terus dipakai selama bertahun-tahun. Namun, karena lap memiliki tugas yang begitu padat di dapur, maka kondisinya tidak pernah benar-benar kering dan menjadi sarang bakteri, nih.

Bahkan sisa makanan atau minyak di lap yang tidak dibersihkan secara menyeluruh akan menjadi tempat berkembang biak bakteri patogen. Salah duanya adalah E. coli dan Staphylococcus aureus yang bisa menyebabkan keracunan dan penyakit lain. 

5. Spatula silikon

ilustrasi memasak memakai spatula silikon (pexels.com/Katerina Holmes)

Meski dari penampilan masih tampak layak, spatula silikon yang telah meleleh tetap harus dibuang. Kondisi tersebut menandakan kualitas spatula silikon yang rendah dan sudah terkena paparan panas ekstrem secara terus menerus hingga 240°C atau lebih.

Apabila tetap dipakai untuk memasak atau mengaduk adonan, spatula silikon akan melepaskan zat-zat berbahaya yang mencemari makanan. Sebaiknya, ganti spatula silikon dengan yang bersertifikasi food-grade dan bebas BPA agar tidak membahayakan kesehatan.

Demi terhindar dari infeksi dan berbagai penyakit lainnya, sebaiknya ganti peralatan dapur di atas secara rutin atau minimal setiap tahun. Selain itu, pastikan untuk membersihkan lap, spons cuci piring, hingga spatula silikon secara menyeluruh setelah pemakaian, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team