Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi minyak kelapa
ilustrasi minyak kelapa (unsplash.com/Tijana Drndarski)

Minyak kelapa dan VCO atau virgin coconut oil sering dianggap sama, padahal proses pengolahan dan manfaatnya bisa berbeda jauh. Banyak orang memilih salah satunya tanpa benar-benar tahu mana yang lebih sesuai untuk kebutuhan tubuh. Padahal, pilihan minyak yang tepat bisa berpengaruh pada pola makan dan gaya hidup sehat sehari-hari.

Proses pembuatan yang berbeda membuat kandungan nutrisi minyak kelapa dan VCO juga tidak tidak sepenuhnya sama. Karena itu, memahami karakter masing-masing penting sebelum memutuskan mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi. Nah, supaya tidak keliru, simak lima perbedaan minyak kelapa dan VCO berikut ini.

1. Perbedaan proses pembuatan

ilustrasi kelapa untuk minyak kelapa (freepik.com/timolina)

Minyak kelapa umumnya dibuat melalui proses pemanasan santan atau daging kelapa hingga minyaknya keluar. Proses ini membuat minyak kelapa lebih tahan panas dan sering digunakan untuk memasak sehari-hari. Sementara itu, VCO atau virgin coconut oil diproses tanpa pemanasan tinggi. Biasanya melalui metode fermentasi atau cold pressed.

Karena tidak melalui proses pemanasan tinggi, VCO mampu mempertahankan sifat alaminya dengan lebih baik. Hal inilah yang membuat VCO sering disebut lebih murni dibanding minyak kelapa biasa. Dari sinilah perbedaan fungsi antara VCO dan minyak kelapa mulai terlihat.

2. Kandungan nutrisi

ilustrasi minyak kelapa (pixabay.com/huyenxu94)

Pengolahan dengan suhu tinggi membuat beberapa kandungan alami minyak kelapa tidak sepenuhnya terjaga. Meski tetap menjadi sumber lemak sehat, kandungan aktifnya tidak sebanyak VCO. Itulah sebabnya VCO sering dipilih karena kaya asam laurat yang mendukung kesehatan tubuh.

Selain itu, VCO juga mengandung antioksidan alami yang lebih terjaga karena prosesnya lebih lembut. Kandungan inilah yang sering membuat VCO dipilih untuk konsumsi langsung. Dari sisi nutrisi, VCO memang memiliki keunggulan dibanding minyak kelapa biasa.

3. Aroma dan rasa

ilustrasi coconut oil (pixabay.com/manjot13)

Setelah melewati tahap pemrosesan suhu tinggi, minyak kelapa biasanya memiliki wangi yang tidak terlalu tajam, bahkan cenderung tawar. Alhasil, minyak ini sangat serbaguna untuk segala masakan tanpa perlu khawatir mengubah rasa masakan tersebut. Berbeda dengan VCO yang memiliki aroma kelapa segar yang lebih kuat dan khas.

Rasa alami ini sering terasa ketika VCO dikonsumsi langsung atau dicampurkan ke minuman. Bagi sebagian orang, aroma VCO justru menjadi daya tarik tersendiri. Namun, untuk keperluan memasak berat, minyak kelapa cenderung lebih fleksibel.

4. Kegunaan dan cara konsumsi

ilustrasi sedang menuang minyak kelapa untuk memasak (freepik.com/freepik)

Minyak kelapa lebih sering digunakan sebagai minyak goreng atau campuran masakan tradisional. Ketahanannya terhadap suhu tinggi membuatnya aman dipakai untuk menggoreng dan menumis. Sementara itu, VCO lebih banyak dikonsumsi langsung sebagai suplemen atau campuran makanan sehat.

VCO kerap dikonsumsi langsung atau dicampurkan ke smoothie dan kopi sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Penggunaannya untuk memasak memang memungkinkan, tetapi tidak optimal jika terkena panas berlebih. Karena perbedaan tersebut, kegunaan VCO dan minyak kelapa tidak dapat saling menggantikan.

5. Manfaat untuk kesehatan

ilustrasi minyak kelapa yang baik untuk kesehatan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Minyak kelapa masih bermanfaat sebagai sumber energi berkat kandungan lemak jenuhnya. Namun, jika dibandingkan dengan VCO, manfaat kesehatannya cenderung lebih terbatas. VCO sendiri sering dikaitkan dengan manfaat tambahan, seperti menunjang sistem imun dan fungsi pencernaan.

Kandungan asam laurat pada VCO dipercaya memiliki sifat antimikroba alami. Meski begitu, konsumsi VCO tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pada akhirnya, pilihan yang lebih sehat bergantung pada tujuan konsumsi masing-masing individu.

Minyak kelapa dan VCO sama-sama berasal dari kelapa, tetapi manfaatnya tidak bisa disamakan begitu saja. Memahami perbedaannya akan membantu kamu memilih sesuai tujuan konsumsi, baik untuk memasak maupun kesehatan. Dengan memahami perbedaannya, kamu bisa lebih bijak menentukan mana yang lebih sehat untuk tubuhmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team