Belakangan ini, roti sourdough dan artisan bread semakin sering terlihat di berbagai toko roti, kafe, dan di platform media sosial. Banyak orang mulai penasaran untuk mencicipinya karena dianggap memiliki kualitas yang lebih tinggi serta rasa yang berbeda dibandingkan dengan roti biasa. Sayangnya, ada banyak yang salah kaprah dan beranggapan bahwa kedua jenis roti ini adalah sama.
Jika kamu juga merasa bingung dalam membedakan antara sourdough dan artisan bread, kamu tidak sendirian. Sebenarnya, mengetahui perbedaan di antara keduanya dapat membantu kamu dalam memilih roti yang paling cocok sesuai selera dan kebutuhanmu. Yuk, kenali lima perbedaan sourdough dan artisan bread yang sering disalahpahami agar tidak keliru lagi saat memilih.
5 Perbedaan Sourdough dan Artisan Bread yang Sering Disalahpahami

1. Sourdough adalah jenis roti, sedangkan artisan bread adalah cara pembuatannya
Banyak orang keliru mengira bahwa sourdough dan artisan bread adalah dua istilah yang merujuk pada jenis roti yang sama, karena sering kali keduanya dipajang berdekatan di toko roti. Namun, sourdough adalah roti yang mengandalkan starter alami sebagai pengembang, sementara artisan bread berfokus pada metode pembuatan yang tradisional dan penekanan pada kualitas. Ini berarti bahwa tidak semua artisan bread termasuk dalam kategori sourdough, sebab artisan bread juga dapat dibuat dengan ragi instan.
Di sisi lain, meski sourdough sering dibuat dengan cara artisan, keduanya tetap memiliki makna yang berbeda. Kesalahpahaman ini menyebabkan banyak orang merasa kecewa saat membeli artisan bread yang ternyata tidak memiliki ciri khas sourdough. Oleh karena itu, mengenali definisi dasar keduanya merupakan langkah awal yang penting untuk mencegah kesalahan dalam memilih roti.
2. Proses fermentasi tidak sama
Ketika melihat penampilan yang serupa, banyak orang mengira bahwa proses pembuatan sourdough dan artisan bread juga sama. Kenyataannya, sourdough melalui proses fermentasi alami menggunakan starter yang mengandung ragi liar dan bakteri baik, sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang. Sebaliknya, artisan bread yang menggunakan ragi komersial biasanya memiliki waktu fermentasi yang lebih singkat dan hasilnya lebih seragam.
Perbedaan dalam durasi fermentasi ini turut memengaruhi aroma, tekstur, dan rasa akhir dari roti yang dihasilkan. Itulah sebabnya sourdough sering kali memiliki rasa asam yang unik, sesuatu yang jarang dijumpai pada artisan bread biasa. Jika kamu menyukai cita rasa yang lebih beragam, memahami proses fermentasi ini bisa menjadi faktor penting saat membeli.
3. Rasa dan teksturnya memiliki karakter yang berbeda
Tidak sedikit orang berkeinginan agar semua artisan bread memiliki cita rasa asam dan konsistensi kenyal mirip dengan sourdough. Sebenarnya, karakteristik rasa sourdough dihasilkan melalui proses fermentasi alami yang menciptakan sedikit rasa asam dan aroma yang lebih kompleks. Di sisi lain, artisan bread yang menggunakan ragi komersial biasanya mempunyai rasa yang lebih netral, sehingga mudah untuk dipadukan dengan berbagai jenis isian atau olesan.
Tekstur roti tersebut juga bisa bervariasi, lebih lembut atau lebih ringan, tergantung pada resep dan metode pembuatannya. Perbedaan ini menjadikan setiap jenis roti sesuai untuk tujuan yang berbeda, dari sarapan sederhana hingga hidangan pendamping saat makan malam. Oleh karena itu pilihan terbaik bukanlah yang lebih lezat, melainkan yang paling sesuai dengan selera kamu.
4. Kandungan nutrisinya belum tentu sama
Banyak orang berpikir bahwa semua artisan bread lebih sehat hanya karena tampilannya yang terlihat lebih berkualitas. Namun, nilai gizi roti sangat dipengaruhi oleh bahan yang digunakan, proses fermentasi, dan komposisi resep yang digunakan. Fermentasi yang lama pada sourdough diyakini membantu dalam memecah beberapa senyawa sehingga lebih mudah dicerna oleh sebagian orang.
Namun, tidak berarti setiap sourdough otomatis rendah kalori atau lebih sehat dibandingkan semua jenis artisan bread. Sebaliknya, artisan bread yang dibuat dengan tepung gandum utuh dan bahan-bahan berkualitas juga bisa menjadi pilihan yang bergizi untuk diet sehari-hari. Maka dari itu, penting untuk membaca informasi komposisi dan memilih roti yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi, bukan hanya berdasarkan namanya saja.
5. Cara memilihnya harus disesuaikan dengan kebutuhan
Saat mampir ke toko roti, banyak orang langsung membeli roti yang sedang viral atau sering muncul di media sosial. Padahal, pilihan yang paling cocok sebenarnya bergantung pada selera dan kebutuhan masing-masing. Kalau kamu menyukai cita rasa yang lebih kompleks dengan aroma khas hasil fermentasi alami, sourdough bisa menjadi pilihan yang pas.
Sebaliknya, jika lebih menyukai roti dengan rasa yang ringan dan mudah dipadukan dengan berbagai hidangan, artisan bread juga tidak kalah menarik. Memahami perbedaan keduanya akan membuat pengalaman menikmati roti terasa lebih memuaskan sekaligus menghindarkan kamu dari ekspektasi yang keliru. Dengan bekal informasi yang tepat, kamu bisa memilih roti sesuai selera, kebutuhan, dan momen menikmatinya.
Memahami perbedaan sourdough dan artisan bread bisa membantumu memilih roti yang benar-benar sesuai dengan selera, kebutuhan, dan cara menikmatinya. Meski sekilas terlihat mirip, keduanya memiliki perbedaan dari proses pembuatan, karakter rasa, hingga konsep dasarnya. Jadi, lain kali saat mampir ke toko roti, kamu sudah tahu roti mana yang paling pas untuk masuk ke keranjang belanja.