Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Sandwich yang Populer di Amerika Selatan, Pernah Mencoba yang Mana?
ilustrasi choripán (instagram.com/chimichoripanes)

Sandwich atau yang juga disebut sebagai roti isi adalah makanan yang umumnya terdiri dari dua potong roti yang diberikan isian. Isiannya sendiri bisa berupa daging-dagingan, sayur-sayuran, maupun buah-buahan.

Selain lezat dan mengenyangkan, sandwich juga merupakan makanan yang tergolong simpel dan mudah dibawa. Makanan ini sangat cocok untuk disantap sebagai menu sarapan dan makan siang.

Berbicara soal sandwich, Amerika Selatan punya beragam olahan roti lapis yang menggugah selera, lho. Pastinya akan terasa semakin spesial karena menggunakan bahan-bahan lokal. Apa saja sandwich tersebut? Yuk, cari tahu di bawah ini!

1. Choripan

ilustrasi choripán (instagram.com/juancarlosfoodphoto)

Choripán adalah salah satu street food paling populer masyarakat Argentina dan negara-negara lain di Amerika Latin, seperti Chili, Uruguay, Brazil, dan Paraguay. Nama choripán sendiri diadaptasi dari dua kata, yaitu chorizo yang berarti 'sosis' dan pan yang artinya 'roti'.

Jenis sosis yang umumnya digunakan untuk membuat choripán adalah chorizo criollo atau parrillero. Salah satu ciri khas dari sandwich ini adalah saus chimichurri-nya yang kaya akan herba.

2. Butifarra

ilustrasi butifarra (instagram.com/enjoy_eat_lima)

Olahan kedua ini merupakan makanan yang sudah sangat populer dan telah menjadi bagian penting dalam kuliner Peru. Butifarra adalah sandwich yang terbuat dari roti rosetta yang diberikan isian jamón del país (ham yang dimasak dan dibumbui dengan gaya khas Peru), cabai, selada, lobak, dan salsa criolla (makanan pelengkap khas Amerika Selatan).

Menemukan sandwich ini tidak sulit, kok. Butifarra banyak dijual di kedai pedagang kaki lima dan juga toko sandwich atau yang disebut sangucherías. Kalau di negara asalnya, makanan satu ini biasanya menjadi sajian untuk perayaan ulang tahun.

3. Barros luco

ilustrasi barros luco (instagram.com/midiariodecocina)

Barros luco adalah sandwich khas Chili yang terbuat dari dua potong roti yang diberikan isian potongan steak yang diberikan lelehan keju di atasnya. Nama makanan ini diturunkan diadopsi dari nama Presiden Ramón Barros Luco, Presiden Chili yang menjabat dari tahun 1910 hingga tahun 1915.

Bukan tanpa alasan, nama ini diambil karena kecintaan sang presiden terhadap sandwich satu ini. Wah, kira-kira seperti apa rasanya sampai-sampai membuat Presiden Luco nge-fans berat sama makanan ini?

4. Chivito

ilustrasi chivito (instagram.com/nielsen.sofia)

Kalau berbicara soal kuliner Uruguay, makanan satu ini sangat tidak boleh dilewatkan. Chivito adalah makanan nasional Uruguay berupa sandwich yang terbuat dari sepotong roti ciabatta yang dibelah dua. Kemudian roti tersebut diberi isian, seperti potongan churrasco (daging sapi panggang), ham, tomat, bacon, selada, telur mata sapi, mayones, dan keju mozzarella.

Kamu juga bisa menambahkan bahan-bahan lain yang kamu suka sebagai topping-nya, seperti buah zaitun atau acar bawang. Selain itu, jika ingin menambahkan makanan pelengkap, salad kubis dan kentang goreng merupakan opsi terbaik.

5. Chacarero

ilustrasi chacarero (instagram.com/midiariodecocina)

Selain barros luco, ada satu lagi sandwich khas Chili yang tak kalah menggugah selera. Yup, sandwich yang dimaksud adalah chacarero. Sandwich yang isiannya terdiri dari potongan daging sapi panggang, tomat, buncis, dan jalapeño.

Nama chacarero sendiri berasal dari kata chacra yang dalam bahasa Spanyol berarti peternakan. Melansir tasteatlas, alasan pemilihan kata ini erat kaitannya dengan penggunaan sayuran sebagai bahan utama sandwich ini.

Nampak lezat sekali lima sandwich di atas, kan? Apalagi buat kalian pencinta olahan daging. Meski begitu, jangan menikmatinya terlalu berlebihan, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorRuth D