Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Camilan Lebaran untuk Anak yang Lebih Sehat dan Pastinya Tetap Yummy!
ilustrasi camilan Lebaran untuk anak (unsplash.com/MD Duran)
  • Artikel menyoroti pentingnya memilih camilan Lebaran yang sehat untuk anak, karena banyak kue dan kudapan Hari Raya mengandung gula atau natrium tinggi.
  • Disebutkan enam ide camilan ramah anak seperti puding susu, buah potong, sayur kukus, permen homemade, pancake mini, dan telur gulung dengan bahan serta penyajian menarik.
  • Fokus utama artikel adalah menjaga keseimbangan gizi sekaligus menghadirkan tampilan camilan yang kreatif agar anak tetap menikmati suasana Lebaran dengan pilihan makanan lebih sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bicara tentang makanan Hari Raya, rasanya tidak pernah lepas dari aneka kue yang tersaji di meja tamu. Sayangnya, tidak semua kudapan tersebut baik untuk si kecil. Karena itu, memilih camilan Lebaran untuk anak sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, apalagi banyak makanan yang terlalu manis atau tinggi natrium. Apalagi, anak memang cenderung lebih tertarik pada camilan dengan rasa ringan, bentuk menarik, dan tekstur yang mudah dimakan.

Sebagai orang tua, kita harus paham benar nih kalau tidak semua hidangan di meja tamu cocok dikonsumsi oleh mereka. Yuk, cari tahu berbagai camilan Lebaran yang cocok untuk anak yang tetap nikmat sekaligus lebih ramah untuk si kecil berikut ini. Siapa tahu bisa jadi inspirasi sajian di rumahmu!

1. Puding susu

ilustrasi puding (unsplash.com/nichiiro)

Puding susu bisa jadi salah satu pilihan camilan Lebaran untuk anak yang lebih sehat dan ringan, dibanding kue kering yang terlalu manis. Teksturnya yang lembut, membuat camilan ini mudah dimakan, bahkan oleh anak yang masih kecil. Selain itu, rasa susu yang gurih manis biasanya juga lebih mudah diterima oleh lidah anak.

Agar lebih menarik, puding susu bisa disajikan dalam cup kecil lalu tambahan topping seperti meses, potongan buah, atau sedikit saus cokelat. Kamu bisa membuat versi yang warna-warni lalu dinginkan dalam kulkas supaya anak jadi lebih tertarik untuk mencicipinya. Dengan penyajian yang sederhana tapi kreatif, puding susu bisa menjadi camilan Lebaran yang enak sekaligus menyenangkan untuk si kecil.

2. Buah potong

ilustrasi potongan buah mangga (unsplash.com/Fedor)

Saat momen Lebaran, anak-anak biasanya tergoda mencoba berbagai makanan manis yang tersaji di meja. Supaya pilihannya lebih seimbang, buah potong bisa menjadi jawaban yang lebih menyehatkan. Selain rasanya manis alami, buah juga mengandung vitamin dan serat yang baik untuk tubuh si kecil.

Sayangnya, buah sering kali tampil tak menarik. Di sinilah kamu bisa mencoba menjadikan buah potong dengan lebih unik. Misalnya dengan memotong dalam ukuran kecil, pilih buah yang warnanya lebuh beragam seperti melon, semangka, atau pepaya, hingga menata dalam cup mini atau diberi tusukan berbagai karakter yang juga menambah kepraktisan saat dimakan anak-anak. Eits, tapi tetap pastikan kesegaran buahnya ya supaya gizinya maksimal sampai tubuh si kecil!

3. Sayur kukus

ilustrasi bekal makanan sehat (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Salah satu makanan yang cukup mudah diolah tapi kaya gizi adalah sayur kukus. Pilihannya beragam, bisa disesuaikan dengan stok di kulkas, plus rasa lezat secara tetap alami. Selain lebih ringan, sayuran kukus mengandung vitamin serta serat yang baik untuk membantu menjaga keseimbangan asupan si kecil.

Beberapa jenis sayur seperti wortel, brokoli, atau jagung manis biasanya cukup disukai anak karena rasanya yang tak terlalu kuat dan mudah dipadukan dengan berbagai bumbu atau makanan lain. Nah, suapaya tampak menggiutkan di mata anak-anak sayur kukus bisa dipotong sekali gigit lalu disajikan bersama saus keju atau sedikit mayones buatan rumah sebagai pelengkap. Dengan cara ini, sayuran tetap terasa lezat sekaligus bisa menjadi camilan Lebaran untuk anak.

4. Permen homemade

ilustrasi permen untuk anak (unsplash.com/this life's illusions)

Wajar kok kalau anak-anak tertarik dengan permen yang disuguhkan di rumah saudara atau tetangga. Alih-alih melarang, kamu bisa membuat permen homemade sebagai alternatif yang lebih aman dibanding permen kemasan. Dengan membuatnya sendiri, bahan yang digunakan bisa lebih terkontrol, mulai dari jumlah gula hingga pewarna yang dipakai. Selain itu, permen buatan sendiri juga bisa dibuat dari bahan alami seperti sari buah, atau susu.

Jangan lupa, perhatikan takaran gula ya. Atau kamu juga dapat memanfaatkan pemanis alami seperti madu atau gula aren yang manisnya lebih aman di tubuh. Terakhir, pilih sari buah yang disukai oleh anak seperti stroberi, jeruk, atau mangga agar rasanya manis segar sekaligus memberi warna alami.

5. Pancake

ilustrasi pancake (unsplash.com/Matthias Reumann)

Camilan yang bikinnya sat set tapi anak doyan, apalagi kalau bukan pancake mini. Jika dibanding dengan kue Lebaran yang umumnya tinggi gula atau mentega, pancake bisa dibuat lebih sehat dengan bahan yang lebih sederhana dan topping yang terkontrol. Teksturnya yang lembut pun lebih mudah dicerna untuk anak.

Untuk anak, pancake mini biasanya dibuat berukuran kecil seperti koin supaya mudah dimakan. Atau bisa dibuat seperti sate yakni dibuat mini lalu disajikan dalam cup hingga dicetak menggunakan cetakan berbagai karakter kartun. Adonannya sendiri bisa memakai susu, telur, dan sedikit tepung, lalu dimasak tanpa banyak minyak. Setelah matang, sajikan dengan topping yang lebih ramah untuk anak seperti madu, yogurt, selai kacang, atau potongan buah.

6. Telur gulung

ilustrasi olahan telur (unsplash.com/Kaitlyn Chow)

Karena umumnya anak-anak suka telur, kamu bisa menjadikannya camilan kok dibanding lauk saja. Camilan satu ini juga punya rasa gurih, jadi bisa memberi sensasi yang berbeda di antara makanan manis lainnya. Selain itu, telur pun mengandung protein yang bisa membantu si kecil merasa kenyang lebih lama.

Agar lebih ramah anak, telur gulung sebaiknya dibuat dengan bumbu sederhana dan tidak terlalu banyak minyak. Tambahkan juga sayuran yang telah sicincang halus seperti wortel atau daun bawang agar lebih bernutrisi. Sajikan di atas piring atau kotak bekal kesayangan, dijamin akan membuatnya makin lahap!

Menyiapkan camilan Lebaran untuk anak sebenarnya gak sulit, kok. Ada banyak pilihan makanan yang enak sekaligus lebih ramah untuk si kecil. Memadukan antara gizi seimbang dan penyajiannya yang menarik, bikin suasana Lebaran di rumah bisa terasa makin seru sekaligus menyenangkan. Jadi, camilan mana yang ingin kamu coba sajikan tahun ini?

FAQ Seputar Camilan Lebaran untuk Anak

Camilan Lebaran apa yang lebih sehat untuk anak?

Beberapa pilihan yang lebih sehat untuk anak saat Lebaran adalah puding susu, buah potong, sayur kukus, permen homemade, pancake mini, dan telur gulung. Pilihan ini terasa lebih ramah untuk anak karena teksturnya cenderung mudah dimakan dan rasanya tetap menarik.

Kenapa buah potong cocok dijadikan camilan Lebaran untuk anak?

Buah potong cocok dijadikan camilan Lebaran karena punya rasa manis alami dan mengandung vitamin serta serat yang baik untuk tubuh anak. Supaya lebih menarik, buah juga bisa disajikan dalam ukuran kecil, warna yang beragam, atau ditata dalam cup mini.

Apakah pancake bisa jadi camilan Lebaran yang lebih ramah untuk anak?

Ya, pancake mini bisa jadi pilihan yang lebih ramah untuk anak karena teksturnya lembut dan bahan serta topping-nya lebih mudah dikontrol. Pancake juga bisa dibuat sederhana dengan susu, telur, dan sedikit tepung, lalu disajikan dengan topping seperti madu, yogurt, atau potongan buah.

Kenapa telur gulung cocok untuk camilan anak saat Lebaran?

Telur gulung cocok karena rasanya gurih, berbeda dari camilan manis yang biasanya mendominasi saat Lebaran, dan telur juga mengandung protein yang membantu anak kenyang lebih lama. Agar lebih ramah untuk anak, bumbunya sebaiknya dibuat sederhana dan tidak terlalu berminyak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team