ilustrasi churros (commons.wikimedia.org/AlejandroLinaresGarcia)
Churros Spanyol terkenal dengan tekstur luar yang sangat renyah. Bagian dalamnya tetap empuk, tetapi tidak terlalu padat. Gigitan pertamanya menghasilkan bunyi kriuk yang cukup jelas. Teknik penggorengan punya peran penting dalam menghasilkan tekstur seperti ini. Api besar sering dipakai agar permukaan cepat kering tanpa membuat bagian dalam terlalu berminyak. Hasil akhirnya terasa ringan saat dimakan.
Churros Meksiko cenderung lebih lembut dan sedikit kenyal. Tekstur ini muncul karena penggunaan bahan tambahan seperti mentega atau telur. Ukurannya yang lebih tebal juga membuat bagian tengah terasa lebih empuk. Sensasi makan churros Meksiko terasa lebih kaya karena permukaannya dipenuhi gula kayu manis. Tekstur lembut itu membuat churros cocok dijadikan dessert atau camilan sore. Rasanya juga terasa lebih mengenyangkan dibanding versi Spanyol.
Churros Meksiko dan Spanyol memang berasal dari akar makanan yang mirip. Perjalanan budaya membuat keduanya berkembang dengan karakter berbeda. Perbedaan kecil pada rasa, tekstur, dan penyajian justru membuat churros semakin menarik untuk dicoba satu per satu.