ilustrasi gula (unsplash.com/ Immo Wegmann)
Gula termasuk bahan makanan yang sering terdampak ketika dolar menguat, terutama untuk industri makanan dan minuman dalam skala besar. Indonesia masih mengimpor gula mentah untuk kebutuhan produksi, sehingga biaya bahan baku ikut naik saat rupiah melemah.
Dampaknya bukan cuma terasa pada minuman kemasan, tetapi juga pada bakery, dessert, boba, sampai jajanan pasar yang memakai gula dalam jumlah banyak. Banyak pelaku usaha akhirnya mulai mengurangi tingkat manis atau mengecilkan ukuran produk.
Efeknya sering terasa diam-diam pada makanan yang sehari-hari dianggap murah. Ada teh manis yang rasanya lebih ringan, selai roti yang lebih tipis, atau topping dessert yang tidak sebanyak biasanya. Pada beberapa usaha minuman, ukuran gelas kadang diperkecil agar harga jual tetap terlihat normal di mata pembeli. Karena gula digunakan pada begitu banyak produk makanan, kenaikan kecil sekalipun bisa cepat menyebar ke berbagai jenis kuliner.
Kenaikan dolar memang tidak selalu langsung membuat semua bahan makanan mahal sekaligus, tetapi beberapa komoditas biasanya lebih cepat terasa dampaknya. Mulai dari lauk sederhana hingga jajanan favorit bisa ikut berubah karena biaya bahan baku dan distribusi meningkat. Dari semua bahan makanan tadi, mana yang menurutmu harganya paling cepat naik?