Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi onde-onde
ilustrasi onde-onde (vecteezy.com/Fatkhul Mu'in)

Intinya sih...

  • Onde-onde dingin tidak sama dengan yang masih hangat

  • Goreng pakai minyak baru bukan minyak sisa

  • Isi onde-onde tidak butuh digoreng lama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jajanan pasar seperti onde-onde sering dibeli lebih dari satu karena ukurannya kecil dan rasanya enak. Tidak jarang onde-onde tersisa, lalu dibiarkan dingin sebelum akhirnya dipanaskan kembali. Menggoreng ulang jadi cara yang paling sering dipilih karena dianggap paling cepat mengembalikan rasa.

Namun, tidak semua onde-onde cocok diperlakukan dengan cara yang sama, lho. Kira-kira, bolehkah onde-onde digoreng ulang saat akan kembali dimakan? Ini beberapa penjelasannya!

1. Onde-onde dingin tidak sama dengan yang masih hangat

ilustrasi onde-onde (vecteezy.com/ Aditya Galang Mahafi)

Onde-onde yang sudah dingin masih bisa dimakan, tetapi teksturnya tidak lagi sama seperti saat baru diangkat dari wajan. Kulit yang awalnya renyah akan terasa lebih liat, karena minyak sudah meresap ke adonan. Rasa gurih pun cenderung menurun meski bentuknya terlihat masih utuh. Perubahan ini wajar terjadi pada gorengan berbahan tepung.

Saat digoreng ulang, onde-onde memang kembali panas dan tampak segar. Namun, kerenyahan yang muncul biasanya berbeda dari gorengan pertama. Kulit lebih cepat mengeras, terutama jika minyak terlalu panas. Inilah sebabnya onde-onde goreng ulang sering terasa “tidak senikmat sebelumnya” meski tampilannya mirip.

2. Goreng pakai minyak baru bukan minyak sisa

ilustrasi onde-onde (commons.wikimedia.org/Midori)

Menggoreng ulang onde-onde dengan minyak bekas sering menjadi sumber rasa yang tidak diinginkan. Minyak lama biasanya sudah menyerap aroma makanan lain yang digoreng sebelumnya. Rasa pahit atau langu pun mudah menempel pada onde-onde. Hal ini membuat rasa aslinya tertutup.

Menggunakan minyak baru dalam jumlah sedikit jauh lebih aman untuk rasa. Panasnya lebih stabil dan aroma onde-onde tetap bersih. Kulit juga tidak cepat berubah warna sebelum bagian dalamnya hangat. Cara ini lebih masuk akal jika tujuan utamanya menjaga rasa, bukan sekadar menghemat minyak.

3. Isi onde-onde tidak butuh digoreng lama

ilustrasi onde-onde (vecteezy.com/Galeh Kholis Pambudi)

Isian kacang hijau pada onde-onde sebenarnya sudah matang sejak awal proses pembuatan. Saat dipanaskan terlalu lama, tekstur isian justru berubah menjadi lebih padat. Rasa manisnya pun bisa terasa lebih datar. Hal ini sering terjadi tanpa disadari.

Karena itu, penggorengan ulang sebaiknya dilakukan singkat saja. Tujuannya hanya untuk menghangatkan, bukan memasak ulang. Jika onde-onde terlalu lama berada di minyak panas, keseimbangan antara kulit dan isi akan hilang. Hasil akhirnya terasa berat dan kurang nyaman ketika dimakan.

4. Lama penyimpanan menentukan layak atau tidaknya digoreng ulang

ilustrasi onde-onde (vecteezy.com/Galeh Kholis Pambudi)

Onde-onde yang disimpan terlalu lama, terutama lebih dari satu hari di suhu ruang, sebaiknya tidak digoreng ulang. Meski tampilannya masih utuh, rasa dan aromanya biasanya sudah berubah. Penggorengan ulang tidak akan mengembalikan kualitas tersebut. Bahkan, panas minyak atau api justru bisa memperjelas aroma yang kurang sedap.

Jika onde-onde disimpan dalam wadah tertutup dan tidak terlalu berminyak, penggorengan ulang masih bisa dipertimbangkan. Permukaan yang kering dan tidak lembap menjadi tanda kalau cukup aman digoreng lagi. Namun, jika sudah terasa lengket atau berbau, sebaiknya tidak dipaksakan. Rasa enak tidak selalu bisa diselamatkan dengan digoreng.

5. Menghangatkan tidak selalu harus digoreng

ilustrasi onde-onde (vecteezy.com/Roy Anditya Kusworo)

Menggoreng ulang bukan satu-satunya cara menikmati onde-onde sisa. Memanaskannya sebentar di wajan tanpa minyak sering memberi hasil yang lebih ringan. Kulit tidak bertambah keras dan rasa aslinya masih terasa. Cara ini juga lebih praktis untuk jumlah sedikit.

Alternatif lain seperti oven suhu rendah atau air fryer bisa digunakan jika tersedia. Hasilnya memang tidak serenyah gorengan baru, tetapi tekstur tetap lebih seimbang. Metode ini jarang dipilih karena dianggap merepotkan. Padahal, untuk onde-onde yang masih segar, hasilnya justru lebih nyaman dimakan.

Onde-onde boleh digoreng ulang selama kondisinya masih baik dan dilakukan dengan cara yang tepat. Memahami perubahan tekstur, minyak yang dipakai, dan lama pemanasan bisa menentukan hasil akhirnya. Jadi, cara mana yang paling sering kamu lakukan di rumah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team